Kejati Dalami Kasus Korupsi Pajak Minerba di Lamsel

Ilustrasi Kantor BPPRD Lampung Selatan
Ilustrasi Kantor BPPRD Lampung Selatan

Lamsel (Wartamedia65.com)-Kejati Lampung terus mendalami korupsi pajak Minerba di BPPRD Lampung Selatan. Menarik statement penyidik, SM, salah seorang tenaga honorer berhasil menilep dana pajak minerba yang terjadi sejak 2017-2019 tersebut tidak kurang dari Rp 500 juta? Fantastis!.

Dikutip, Tim lintaslampung.com yang belum lama ini,  mencoba mencari sosok SM di BPPRD Lamsel ternyata sudah tidak lagi bekerja disana. Salah seorang ASN yang ditemui menyatakan SM sudah tidak lagi bekerja di BPPRD.

“Sejak terbongkarnya kasus tersebut, SM sudah tidak bekerja disini (BPPRD). Dia sudah pindah, saya tidak tahu dimana SM kini bekerja,”ujar salah seorang petugas piket (8/4).

Lagi, Kaban BPPRD Lampung Selatan, Burhanuddin enggan mengangkat telepon guna menanyakan SM. Hanya pesan WhatApp yang dijawab Burhanudin. “Saya gak tahu dimana SM. Soal korupsi, tanya Kajati aja,”tulis Burhan.

Pertanyaan lain, seperti kenapa SM saja yang dikeluarkan dari BPPRD? Sementara YMF terduga pelaku utama masih memegang jabatan? Ada kerjasama dengan Kaban kah kasus korupsi ini? atau ada pihak-pihak lain yang ikut menikmati korupsi YMF? Belum satupun pertanyaan ini dijawab.

Seperti diberitakan sebelumnya, dana miliaran rupiah pendapatan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dari sektor pajak dan retribusi mineral bukan logam (Minerba) sejak 2017 hingga 2019 di duga di korupsi. Hal ini terkuak setelah salah satu lembaga sosial kemasyarakatan melaporkan hal tersebut kepihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda.[*]