Dampak Virus Corona 33 Perusahaan Tutup

Kepala Dinas KetenagaKerjaan Kota Bandarlampung, Wan Abdurahman

Warta Media65.com- Sebanyak 33 perusahan yang ada di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, menutup sementara kegiatannya akibat terdampak wabah coronavirus disease 2019 atau COVID-19.

“Dari jumlah perusahaan yang tutup sementara tersebut sebanyak 1.427 karyawan terpaksa dirumahkan. Kebanyakan yang tutup usaha hotel,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandarlampung, Wan Abdurahman, di Bandarlampung, Selasa, (14/04).

Ia mengatakan untuk menunjang para pekerja yang dirumahkan tersebut pihaknya menjalankan dan mendorong mereka untuk mengikuti program pemerintah pusat dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan kartu pra-kerja.

“Kita imbau kepada masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan ataupun sedang mencari kerja, segera mendaftarkan diri melalui situs pra-kerja Kemenaker, yakni Prakerja.go.id,” kata dia.

Dia menyebutkan nantinya masyarakat yang terdaftar dan terkonfirmasi sebagai penerima kartu pra-kerja akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp3.5 juta perbulannya kemudian mereka juga akan dipanggil untuk mengikuti pelatihan bisa secara online maupun langsung.

“Dana tersebut untuk menunjang mereka dalam mencari pekerjaan ataupun mengembangkan keahlian dan usahanya sehingga diharapkan mereka dapat menjadi seorang wirausaha ataupun bekerja sesuai bidangnya,” katanya.

Mereka akan diberikan 3,5 juta perorang tapi pembayaran melalui tahapan dan prosedur tentunya, setelah terdaftar dan terkonfrimasi dalam sisitem nanti mereka akan dipanggil untuk mengikuti pelatihan, bisa online atau langsung.

Terkait para karyawan yang dirumahkan akibat terdampak COVID-19, ia mengungkapkan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan komplain dari mereka terkait pembayaran gaji.

“Belum terdapat laporan ke kami tentang adanya penundaan gaji karyawan yang dirumahkan, karena ada sebagian perusahaan yang masih membayar gaji karyawannya meski dirumahkan dan ada juga yang membayar 150 persen gaji sebelum merumahkan pekerjanya,” kata dia.

Menurutnya, karyawan yang dirumahkan ini bersifat sementara dan bila pandemi ini usai mereka pun akan dipanggil kembali oleh perusahaan. Jadi mereka ini bukan dipecat ataupun di PHK.

Namun, yang belum ditemukan formulanya yakni untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) sebab hal ini harus dimusyawarahkan terlebih dahulu antara pekerja dan pihak perusahaan.(red/ant)