KKP Panjang Hentikan Pelayanan Rapid Test Calon Penumpang di Pelabuhan Bakauheni

Wartamedia65.com-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Panjang menghentikan pelayanan rapid test kepada para calon penumpang kapal di Pelabuhan Bakauheni mulai hari ini, Sabtu (16/5).

Kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kepala KKP Kelas 1 Panjang R Marjunet menggatakan sebelumnya telah meminta bantuan klinik swasta melakukan rapid test.

“Namun, mulai Sabtu 16 Mei ini, kami meniadakan bantuan layanan rapid test,” ujarnya dalam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (16/5), pukul 15.25 WIB.

“Yang kemarin itu kami minta bantuan klinik swasta. Bahan dari mereka. Tenaga, kita bantu staf yg sedang off.
Mulai hari ini kami stop,” ujarnya

Disarankannya, bagi masyarakat yang membutuhkan persyaratan perjalanan, silahkan lengkapi semua syarat sebelum berangkat meninggalkan rumah.

Setidaknya ada dua syarat, katanya, pertama, calon penumpang melengkapi dulu surat tugas dari kelurahannya. Kedua, surat keterangan sehat terutama rapid test-nya nonreaktif Covid-19.

Kepala KKP Kelas I Panjang Bandar Lampung R Marjunet mengatakan rapid test menjadi kewajiban bagi setiap orang yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Sedangkan biaya yang dikeluarkan oleh pengguna jasa tersebut sebagai pengganti alat membeli rapid test.

Marjunet juga mengatakan petugasnya bekerja 24 jam melayani calon penumpang.

Dia juga khawatir terjadi apa-apa terhadap petugasnya di Pelabuhan Bakauheni.

Dikatakan pula oleh Marjun, ada dua calon penumpang yang telah diamankan pihaknya. Yang satu penumpang, rapid test-nya positif sedangkan satunya masih samar-samar.

Sepekan terakhir ini, ratusan pemudik jalan kaki tertahan karena keterbatasan petugas dan rapid test di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Mereka menunggu dua hingga empat hari surat keterangan sehat dengan lebih dulu melakukan rapid test seharga Rp250 ribu.

Seorang pemudik yang sudah bekerja delapan bulan dari Medan hendak ke Semarang sudah tiga hari tertahan menunggu rapid tes.

Hingga Sabtu pagi (16/5), dia bersama puluhan rekan-rekannya dan pekerja perkebunan sawit masih tertahan tiga hari di Pelabuhan Bakauheni.

Bahkan Sikron, pekerja dari Jambi, sudah empat hari tidur di pelataran Pelabuhan Bakauheni. Dia hendak ke Jawa Tengah.

“Antre, harus menunggu rapid test,” ujar salah seorang dari mereka yang mengatakan hendak pulang ke Jawa Tengah karena sudah diputus kontraknya

Seorang sopir ambulan mengeluhkan adanya kewajiban melakukan rapid test mandiri supaya bisa menyeberang ke Pelabuhan Merak.

Namun, pengemudi truk dan mobil pribadi terpantau Kantor Berita RMOLLampung tanpa melakukan rapid test bisa lolos menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni. (**)