Fraksi PKB dan Pansus DPRD Minta Pemprov Lampung Tingkatkan Kebutuhan Petani

Wartamedia.65.com- Jelang musim panen Juni 2020, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Lampung, meminta pemerintah provinsi (Pemprov) memberi kebutuhan lebih kepada para petani.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung, Okta Rijay,  kepadaawak media  Jumat (5/6/2020).

“Bulan Juni ini memasuki musim panen, maka kami Fraksi PKB meminta Pemprov Lampung agar melakukan terobosan dan langkah-langkah cepat, supaya harga jual hasil bumi ini tidak anjlok,” ujarnya.

Anggota Komisi IV ini juga menyarankan agar Pemprov Lampung dapat melakukan intervensi pasar, agar hasil panen petani di Lampung segera terserap, serta untuk menjaga harga jual tidak turun.

“Kesejahteraan para petani harus diprioritaskan, jangan sampai harga anjlok di pasaran, sehingga yang menjadi korban adalah para petani. Makanya kami mendorong pemprov melakukan terobosan, agar nilai jual hasil bumi dapat bersaing di pasaran,” jelasnya.

Selaras dengan Program Lampung Berjaya yang menjadi visi dan misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, sambung Okta, maka sudah seyogyanya pemprov memberikan atensi khusus untuk para petani.

“Pak Gubenur dan Bu Wakil Gubernur sudah menginsiasi kartu Petani Berjaya. Kita apresiasi itu, tapi harus ada langkah konkret lainnya, agar nilai jual hasil panen menguntungkan para petani, serta tidak memberatkan masyarakat Lampung khususnya,” pungkas Okta.

Juru Bicara Pansus DPRD Lampung, Siti Rahma meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura provinsi membeli produk pertanian ketika musim panen, menjual dan menyalurkan ke perusahaan besar, sebagai input kerjasama dengan memperkuat perekonomian Lampung.

“Selain itu juga dapat bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Kegiatan ini perlu modernisasi membuka akses seluas-luasnya untuk petani mendapat informasi pasar penggunaan bibit unggul, ” jelasnya

Ia mengatakan perlu ada program kompensasi agar tidak terjadi alih fungsi lahan terluas.

“Perlu membuat standar harga singkong agar kesejahteraan petani miskin dapat meningkat. Perlu memonitoring dan kesesuaian lahan, terutama dalam pemberian bantuan,” tutur dia. (red)