Kadiskes Lampung Imbau Masyarakat Wajib Terapkan Protokol Kesehatan, Cegah Pendemi Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana

Wartamedia65.com -Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terus mengimbau masyarakat setempat agar protokol kesehatan wajib diterapkan dalam beraktivitas sebab ancaman COVID-19 masih akan berlangsung.

“Pesan Bapak Presiden Joko Widodo tadi saat vicon dengan seluruh gugus tugas daerah bahwa kita harus bersama melawan COVID-19 dan tugas besar kita belum selesai serta ancamn masih berlangsung,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, di Bandarlampung, Rabu, (10/06).

Ia mengungkapkan bahwa untuk melakukan normal baru (new normal) setiap daerah harus mempersiapkan diri dengan membuat langkah-langkah seperti pra kondisi, kemudian timing atau kapan waktu yang tepat untuk menerapkannya..

Kemudian, lanjut dia, daerah juga harus memilih wilayah mana saja yang akan menjadi prioritas untuk diterapkan normal baru, selanjutnya juga harus ada simulasi.

“Setelah itu kita juga harus ada konsilidasi baik dengan Forkopimda pusat dan daerah dan juga memperdayakan perangkat daerah hingga Rukun Tetangga (RT),” kata dia.

Ia mengatakan bahwa setelah menerapkan normal baru di suatu daerah tentunya pihaknya pun akan mengevaluasi secara rutin perkembangan kasusnya apabila ada peningkatan jumlah tentunya akan dikembalikan ke keadaan semula.

“Mungkin kita melihat saat ini Jakarta lagi melaksanakan transisi pembatasan berskala besar (PSBB) itu sedang dalam pantauan seandainya terjadi jumlah kasus yang banyak akan diambil langkah-langkah PSBB lagi,” katanya

Ia pun menghimbau kembali bahwa menerapkan protokol ksehatan merupakan harga mati, sebab ke depan pun hal tersebut akan menjadi lifestyle masyarakat dalam menjalankan kesehariannya.

“Saya harap semua dapat menerapkan protokol kesehatan agar dalam menjalani new normal tidak terjadi penambahan kasus yang signifikan,” ujarnya.

Hingga kini kasus konfirmasi positif di Provinsi Lampung berjumlah 150 orang dengan 108 telah dinyatakan sembuh, sebelas lainnya meninggal dunia dan 31 masih dalam perawatan.