Bantuan Sembako di Biro Kesejahteraan, Diduga Ada Penggelembungan Harga

Wartamedia65— Proses pengadaan paket bantuan bahan poko untuk warga terdampak covid-19, pada Biro Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Provinsi Lampung diduga bermasalah.
Berdasarkan temuan wartawan, diduga terjadi markup (penggelembungan) harga satuan item paket bantuan sembako yang terdiri dari: beras, minyak goreng, gula pasir, teh, kecap dan kantong plastik pembungkut paket bantuan sembako tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, rincian harga item paket bantuan sembako yang ditetapkan pihak Biro Kesejahteraan adalah: Beras lima kilogram dengan harga Rp9.775 ribu per kilogram, minyak goreng satu liter Rp11 ribu, gula pasir satu kilogram Rp17,975. Kemudian satu kotak teh Rp5.800, satu botol kecap Rp 7.100 dan palsitik pembungkus paket bantuan Rp9.250 per lembar.
Dari anggaran tersebut ditemukan fakta, untuk item beras lima kilogram kualitas medium merk Kembang Ramos Setra dibeli dengan harga Rp48.875. Padahal, di pasaran harga beras medium dengan merk sejenis hanya Rp 9.000 per kilogram. Terlebih, jika membeli dalam partai besar, di agen masih ada potongan harga.
Mirisnya lagi, banyak ditemukan bantuan beras dari Biro Kesejahteraan Pemprov yang diberikan pada masyarkarat itu, kondisi layak konsumsi. Kondisi tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, sehingga banyak warga yang mengembalikan bantuan beras tersebut.
Ketimpangan harga juga terjadi pada item pembelian kantong plastik pembungkus paket bantuan. Dalam rincian anggaran biaya yang ditetapkan Biro Kesejahteran Pemprov Lampung, ditetapkan harga kantong plastik Rp9.250 per lembar. Faktanya, kantong plastik yang digunakan pihak Biro Kesejahteraan untuk membungkus paket bantuan itu, berkualitas rendah.
Fakta di pasaran, harga kantong plastik sejenis dengan kualitas setera hanya Rp6.500 per pak . Setiap pak berisi 100 lembar kantong plastik. Bedanya kantong plastik pembungkus bantuan dari pihak biro kesejahteraan diberi cap logo Pemprov Lampung. Kondisi serupa juga terjadi pada item pembelian gula pasir dan minyak goreng yang kesemuanya jauh dari harga di pasaran.
Kepala Biro Kesra Provinsi Lampung Ratna Dewi saat dikonfermasi mengakui belum mengetahui terkait dugaan penggelembungan harga tersebut. “Saya belum tahu itu, nanti saya akan cek dulu, ke PPTKnya, karena saya tidak tahu,” kata Ratna saat dihubungi wartawan
Diketahui, total dana bantuan sembako untuk warga terdampak covid-19 yang dialokasikan Pemprov Lampung melalui Biro Kesejahteraan Rakyat mencapai Rp9,8 miliar. Bantuan sembako itu disalurkan selama tiga tahap dari bulan Mei-hingga Juni kepada 98 ribu warga terdampak covid-19 pada seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Untuk tahap pertama, total anggaran bantuan yang telah disalurkan dalam bentuk sembako kepada 49 ribu warga terdampak covid mencapi Rp4,9 miliar. Sendangkan untuk bantuan tahap kedua, hingga saat ini masih dalam proses. (**)