Lima Kabupaten Boleh Mulai KBM Tatap Muka Langsung di Sekolah

Wartamedia65.com -Lima kabupaten di Lampung masuk kategori zona hijau penularan covid-19. Lima daerah itu: Kabupaten Mesuji, Lampung Timur, Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Kabupaten Pringsewu.

Berdasarkan penetapan sebagai zona hijau, maka kelima daerah tersebut diperbolehkan untuk memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka langsung di sekolah.

“Ya ada lima daerah zona hijau di Lampung yang diperbolehkan memulai KMB tatap muka langsung di sekolah.

Namun , itu sementara hanya untuk level SMA sederajat,” kata uru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana, Kamis (2-7-2020).

“Selanjutnya, selama dua bulan proses KBM tatap muka langsung untuk level SMA itu akan dievaluasi. Disesuaikan dengan kondisi, apakah bisa tetap dilanjutkan atau tidak. Jika hasil evaluasinya bagu, baru menyusul untuk tingkat SD dan SMP. Untuk PAUD dan TK , sementara belum diperbolehkan,” terangnya.

Meski demikian, lanjut dia, penerapan KBM tatap muka langsung harus tetap menerapkan SOP protokol kesehatan di era new normal.

“KBM harus tetap sesuai SOP new norlam. Satu kelas maksimal hanya 30 siswa. Jadi resikonya mungkin akan tambah kelas,” jelasnya.

Dia menyebut, protokol kesehatan menjadi hal yang paling utama. Bukan hanya untuk KBM di sekolah, tapi juga pada sektor harus mempersiapkan protokol kesehatan.

“Mengenai adanya informasi pada 31 Agustus di Bandar Lampung akan memulai KBM, saya belum tahu. Nanti akan berkoordinasi dengan Disdikbud karena yang boleh buka hanya zona hijau,” terangnya.

Beberapa kabupaten di Lampung yang saat ini masih berstatus zona kuning: Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Waykanan, Lampung Utara, Lampung Tengah dan Kota Metro. Sedengakan Kota Bandar Lampung masih masuk zona oranye.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat mengeluarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 01/KB/2020, Nomor: 516 Tahun 2020, Nomor: HK.03.01/Menkes/363/2020, Nomor: 440-882 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Untuk pola pembelajaran pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada Juli 2020. Untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah (BDR).

Sementara untuk pola pembelajaran pendidikan tinggi di tahun akademik 2020/2021 tetap dimulai pada Agustus 2020, tahun akademik pendidikan tinggi keagamaan 2020/2021 pada September 2020. Pembelajaran di perguruan tinggi pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori, demikian juga untuk mata kuliah praktik sedapat mungkin tetap dilakukan dengan daring.

Dalam hal mata kuliah tidak dapat dilaksanakan secara daring, mata kuliah diletakkan di bagian akhir semester.(*)