Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Bandarlampung 80 Persen

Wartamedia65.com- Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menyatakan tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di kota ini berkisar 80 persen dari 104 kasus.

“Kalau kita lihat sekarang orang yang terpapar COVID-19 sebanyak 104 dan yang sembuh 80 pasien, jadi sekitar 80 persen tingkat kesembuhan di Bandarlampung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli, di Bandarlampung, Senin, (13/07).

Sedangkan untuk pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia di Bandarlampung, menurut Edwin, hingga kini berjumlah tujuh orang atau tidak lebih dari 10 persen, dengan menyisakan 17 orang yang masih dalam perawatan.

Dia menyebutkan bahwa dari 104 pasien positif COVID-19 di Bandarlampung saat ini, Kecamatan Panjang menjadi penyumbang terbanyak dengan 30 kasus konfirmasi positif.

“Di Panjang menjadi yang terbanyak pasien COVID-19, setelah pada Minggu (12/7) di wilayah itu terdapat tiga orang yang terkonfirmasi positif, sehingga menjadikan kasus COVID-19 menjadi 30,” katanya pula.

Kadinkes tersebut menegaskan bahwa tambahan tiga kasus baru dari Panjang merupakan hasil penularan dari pasien sebelumnya yang berasal dari tempat hiburan lapo tuak.

“Jadi tiga pasien ini hasil penelusuran dari pasien sebelumnya yang terkonfirmasi positif di lapo tuak, dan saat ini sudah kami isolasi di rumah sakit. Jadi bukan pasien yang tertular dari daerah lain atau sebagainya,” kata dia pula.

Dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 di Panjang, ia mengatakan bahwa Pemkot Bandarlampung telah melakukan penutupan sementara tempat hiburan dan lapo tuak di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, dari Kecamatan Panjang hingga Rajabasa.

“Kemudian, kami juga melakukan penyemprotan disinfektan di kelurahan yang menjadi tempat penyebaran COVID-19 di Panjang,” katanya lagi.

Selain itu, Edwin juga mengatakan bahwa Wali Kota Bandarlampung Herman HN telah menginstruksikan camat setempat agar melakukan penanganan COVID-19 yang lebih intensif di wilayah itu.

“Penangan lebih lanjut tentu kami juga berkoordinasi dengan gugus tugas, kami juga terus mengimbau dan edukasi masyarakat setempat tentang protokol kesehatan serta memberikan masker dan penyemprotan disinfektan yang lebih masif lagi,” kata dia pula.

Terkait apakah Pemkot Bandarlampung akan melakukan kebijakan pembatasan sosial berskala mini di Panjang, ia menegaskan bahwa langkah tersebut belum akan diambil sebab berdampak kurang baik bagi masyarakat.

“Kebijakan seperti itu belum akan kami ambil, namun jika masyarakat tidak patuh dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah itu, pembatasan berskala mini bisa saja kita ambil, itu pun bila terpaksa,” kata dia. (***)