Polisi Tindak Empat Truk Bermuatan Over Kapasitas di Jalinsum

Wartamedia65 —Satuan Lalu Lintas Polresta Bandarlampung bersama Direktorat Lalulintas Polda Lampung menindak empat pengemudi mobil truk bermuatan lebih atau over dimention dan over load (ODOL), di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Soekarno-Hatta Minggu (18-10-2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol Donny Sabardi Halomoan Damanik mengatakan, penindakan berdasarkan laporan masyarakat . “Empat truk yang kita tindak mengangkut perabot meubel furniture (jati ukir Jepara) dari Jepara Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan Palembang Sumatera Selatan, Medan dan Banda Aceh,” kata Kombes Pol Donny Sabardi Halomoan didampingi Kasatlantas Polresta Bandarlampung AKP Rafli Yusuf.
Sebelumnya, normalisasi kendaraan over dimension over loading (ODOL) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu-Lampung dilaksanakan di Jalan Alimudin Umar, Kelurahan Campangraya, Kota Bandarlampung pada Jumat (9-10-2020).
Tindakan tegas dilakukan terhadap kendaraan ODOL dilakukan pemotongan langsung.
Inspektur Jendral Kementerian Perhubungan RI, I Gede Pasek Suardika Mengatakan penertiban kendaraan ODOL perlu dilakukan karena berpengaruh pada infrastruktur jalan agar tidak mudah mengalami kerusakan hingga mengurangi potensi kecelakaan di jalan akibat muatan yang berlebih.
“Penertiban ODOL ini perlu dilakukan karena dapat menimbulkan Infrastruktur jalan menjadi cepat rusak. Dari data ekonomi menyebutkan setiap tahun Negara menyediakan anggaran hingga Rp45 milyar untuk perbaikan jalan yang rusak akibat odol ini. Kedua, tingkat kecelakan lalu lintas di jalan yang cukup tinggi. Seperti kecelakaan karena pecah ban, rem blong, under speed yang mengakibatkan tabrak belakang,” kata I Gede Pasek Suardika saat diwawancara awak media.
Kendaraan ODOL juga dapat menyebabkan kemacetan jalan akibat laju kendaraan angkutan barang yang berjalan lambat karena beban berlebih saat melewati tanjakan, tikungan ataupun kondisi geografis jalan. Kemudian, juga bedasarkan data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri tentang data kecelakaan tahun 2019 , truk ODOL masih menjadi salah satu penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas.
“Maka Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah mencanangkan Zero ODOL pada tahun 2023. Artinya sejak sekarang, sejak saat ini, kita harus mulai melakukan pengawasan lebih ketat dan penindakan yang tegas terhadap pelanggar ODOL, sehingga pada Januari 2023 tidak ada lagi angkutan barang yang melanggar Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” paparnya. (**)